Postingan Utama

Modus Visa Semakin Marak Terjadi Dimana Mana "Solusi Sangat Efektif Menghindari, Penipuan Visa Agar Tidak Tertipu"

Penipuan visa semakin marak seiring meningkatnya minat masyarakat untuk bekerja, belajar, atau bepergian ke luar negeri. Modus penipuan pun semakin beragam, mulai dari agen palsu, dokumen fiktif, hingga janji kelulusan visa tanpa proses resmi. Oleh karena itu, penting bagi calon pemohon visa untuk memahami cara menghindari penipuan agar tidak mengalami kerugian finansial maupun hukum. Modus Penipuan Visa yang Sering Terjadi Beberapa modus penipuan visa yang umum ditemui antara lain meliputi : Janji visa dijamin 100% disetujui tanpa wawancara atau persyaratan lengkap, Agen tidak resmi yang mengaku memiliki “orang dalam” di kedutaan, Biaya murah atau terlalu mahal yang tidak masuk akal dan tidak transparan, Dokumen palsu, seperti surat sponsor atau undangan kerja fiktif, Permintaan transfer uang pribadi tanpa bukti atau kontrak resmi. Solusi dan Cara Menghindari Penipuan Visa Gunakan Jalur Resmi Ajukan visa langsung melalui kedutaan, konsulat, atau situs resmi imigrasi negara tujuan. Jik...

Lahan Tanah Sekolah Menjadi Permasalahan "Seorang Siswa Mengadu Ke Wakil Bupati Garut, Bagaimana Tanggapan Dari Wabup"

 


Permasalahan lahan sekolah kembali menjadi sorotan publik setelah seorang siswa di Kabupaten Garut memberanikan diri menyampaikan keluhannya langsung kepada Wakil Bupati (Wabup) Garut. Aduan tersebut berkaitan dengan status lahan sekolah yang hingga kini masih bermasalah dan berdampak pada kegiatan belajar mengajar. Dalam pengaduannya dari siswa tersebut menyampaikan bahwa lahan tempat sekolahnya berdiri masih menjadi sengketa antara pihak sekolah dan pihak lain. Kondisi ini menimbulkan ketidakpastian, baik bagi siswa maupun tenaga pendidik. Bahkan, beberapa fasilitas sekolah tidak dapat diperbaiki atau dikembangkan karena khawatir melanggar aturan hukum terkait kepemilikan lahan.

“Saya hanya ingin sekolah kami aman dan nyaman untuk belajar. Kalau lahannya masih bermasalah, kami takut suatu hari harus pindah atau kegiatan belajar terganggu,” ujar siswa tersebut saat menyampaikan aspirasinya. Wakil Bupati Garut merespons aduan tersebut dengan menyatakan keprihatinannya. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah akan menindaklanjuti permasalahan lahan sekolah tersebut dengan berkoordinasi bersama dinas terkait, pihak sekolah, serta instansi yang berwenang dalam urusan pertanahan.

“Pendidikan adalah prioritas. Sekolah harus menjadi tempat yang aman dan layak bagi siswa. Kami akan berupaya mencari solusi terbaik agar permasalahan lahan ini tidak menghambat proses pendidikan,” ujar Wabup Garut. Permasalahan lahan sekolah bukan kali pertama terjadi di Kabupaten Garut. Beberapa sekolah diketahui masih menghadapi persoalan administrasi tanah, mulai dari sertifikat yang belum terbit hingga sengketa dengan ahli waris atau pihak lain. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah daerah dalam upaya meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan. Dari pengaduan yang disampaikan langsung oleh siswa ini mendapat perhatian dari berbagai pihak dan diharapkan menjadi titik awal penyelesaian masalah. Masyarakat pun berharap pemerintah daerah dapat segera memberikan kepastian hukum atas lahan sekolah, sehingga kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung dengan tenang dan berkelanjutan.


Komentar