Postingan Utama

Modus Visa Semakin Marak Terjadi Dimana Mana "Solusi Sangat Efektif Menghindari, Penipuan Visa Agar Tidak Tertipu"

Penipuan visa semakin marak seiring meningkatnya minat masyarakat untuk bekerja, belajar, atau bepergian ke luar negeri. Modus penipuan pun semakin beragam, mulai dari agen palsu, dokumen fiktif, hingga janji kelulusan visa tanpa proses resmi. Oleh karena itu, penting bagi calon pemohon visa untuk memahami cara menghindari penipuan agar tidak mengalami kerugian finansial maupun hukum. Modus Penipuan Visa yang Sering Terjadi Beberapa modus penipuan visa yang umum ditemui antara lain meliputi : Janji visa dijamin 100% disetujui tanpa wawancara atau persyaratan lengkap, Agen tidak resmi yang mengaku memiliki “orang dalam” di kedutaan, Biaya murah atau terlalu mahal yang tidak masuk akal dan tidak transparan, Dokumen palsu, seperti surat sponsor atau undangan kerja fiktif, Permintaan transfer uang pribadi tanpa bukti atau kontrak resmi. Solusi dan Cara Menghindari Penipuan Visa Gunakan Jalur Resmi Ajukan visa langsung melalui kedutaan, konsulat, atau situs resmi imigrasi negara tujuan. Jik...

Iuran Indonesia Belum Di Bahas Usai Masuk Dewan Perdamaian "Presiden Amerika Serikat Mengungkapkan Indonesia Belum Bahas Iuran US$1 Miliar dalam Kilasan Nuansa"

 


Isu soal pembayaran iuran US$1 miliar setelah Indonesia dimasukkan dalam Dewan Perdamaian yang digagas Presiden Amerika Serikat kini turut ramai diperbincangkan di publik internasional. Beberapa nuansa internasional menyebut bahwa Dewan Perdamaian, sebuah badan internasional baru yang dipimpin oleh Presiden Amerika Serikat untuk menangani perdamaian, dimulai dari konflik di Gaza. Memiliki mekanisme keanggotaan yang unik, pihak negara negara yang ingin menjadi anggota tetap di dewan ini diharapkan membayar kontribusi hingga lebih dari US$1 miliar. 

Kontribusi besar ini dimaksudkan untuk mendukung kerja Dewan, termasuk rekonstruksi di wilayah konflik. Menurut laporan media asing, banyak sekutu Amerika Serikat mengaku ragu dengan konsep ini. Undangan untuk bayar US$1 miliar itu membuat beberapa negara termasuk Indonesia masuk dalam daftar pertimbangan karena tawaran menjadi anggota tetap. Sementara itu belum ada konfirmasi resmi yang menyatakan bahwa Indonesia telah melakukan pembayaran iuran sebesar US$1 miliar tersebut. Sebagian laporan internasional justru menyebut negara negara yang menerima undangan seperti Indonesia dan beberapa negara Islam lain bersikap hati hati dan masih dalam proses internal untuk memutuskan komitmen keuangan. 

Pernyataan dari Presiden Amerika Serikat sendiri, termasuk soal kebutuhan iuran itu. Dipahami sebagai bagian dari strategi memperkuat peran Dewan Perdamaian di panggung internasional yang menurut sebagian pengamat dapat menjadi semacam alternatif (atau pelengkap) terhadap peran Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB). 

Inti Dari pembahasan Iuran Masuk Dewan Perdamaian Meliputi 

Dewan Perdamaian  presiden amerika serikat memiliki model keanggotaan tetap dengan kontribusi besar (US$1 miliar). 

ndonesia termasuk dalam negara yang menerima undangan bergabung. 

Namun sampai sekarang belum jelas apakah Indonesia telah membayar iuran itu atau menjadwalkan pembayarannya. 


Komentar