Lokasi Dan Kronologi Kejadian
kapal wisata KM Prestige Voyager mengalami insiden kandas di perairan Pulau Aroborek, Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat Daya. Insiden ini terjadi saat kapal berusaha mencari tempat perlindungan dari cuaca buruk yang tiba tiba melanda kawasan wisata itu setelah membawa wisatawan menyelam di Perairan Yanggefo seperti :
Penumpang Kapal
Kapal tersebut membawa total 24 hingga 28 wisatawan, yang sebagian besar adalah wisatawan dari China (19 orang), serta beberapa wisatawan domestik Indonesia dan awak kapal. Semua penumpang dilaporkan selamat dan dalam kondisi baik selama kejadian berlangsung.
Penyebab Kapal Kandas
Menurut keterangan pihak kepolisian dan otoritas setempat, kapal tersebut menghindari gelombang besar dan angin kencang akibat cuaca buruk. Saat nakhoda kapal bergerak untuk mencari lokasi berlindung, kapal justru tersangkut di dasar laut yang dangkal dan didominasi oleh terumbu karang, terutama karena air laut sedang surut. Kondisi ini menyebabkan kapal tidak bisa bergerak dan terhenti selama sekitar empat jam.
Akhir Dari Insiden
Setelah menunggu hingga air laut kembali pasang, akhirnya sekitar pukul 22.30 WIT, kapal berhasil keluar dari lokasi kandas melalui upaya manuver olah gerak dan kembali ke perairan yang lebih aman untuk melanjutkan pelayaran. Tidak ada korban jiwa atau cedera serius dilaporkan dalam insiden ini.
Dampak Lingkungan Dan Tindak Lanjut
Dugaan Kerusakan Terumbu Karang
Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya melalui Dinas Lingkungan Hidup, Kehutanan, dan Pertanahan (DLHKP) tengah melakukan penyelidikan serius terkait kemungkinan kerusakan terumbu karang akibat kapal yang kandas di atas dasar perairan tersebut. Kawasan Raja Ampat dikenal sebagai salah satu ekosistem terumbu karang terbaik di dunia, sehingga setiap benturan kapal dengan dasar laut memiliki potensi dampak signifikan terhadap keanekaragaman hayati laut dan industri pariwisata bahari setempat.
Tim Investigasi Gabungan
Pihak otoritas setempat menyatakan bahwa investigasi tidak hanya berfokus pada penyebab terjadinya kapal kandas, tetapi juga mencakup koordinasi dengan berbagai instansi seperti :
Dinas Perhubungan
Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP)
Dinas Pariwisata
Dinas Perikanan dan Kelautan
untuk penyusunan langkah mitigasi yang lebih kuat.
Tidak semua insiden karam berarti kecelakaan besar dalam kasus ini, tidak ada korban jiwa maupun cedera berat, namun pengalaman ini menjadi pengingat pentingnya seperti :
Perencanaan pelayaran yang menyeluruh, khususnya di wilayah dengan terumbu karang dangkal.
Sistem informasi cuaca laut yang akurat untuk wisata bahari.
Koordinasi pengawasan pelayaran di kawasan konservasi laut seperti Raja Ampat.
Komentar
Posting Komentar