Postingan Utama

Modus Visa Semakin Marak Terjadi Dimana Mana "Solusi Sangat Efektif Menghindari, Penipuan Visa Agar Tidak Tertipu"

Penipuan visa semakin marak seiring meningkatnya minat masyarakat untuk bekerja, belajar, atau bepergian ke luar negeri. Modus penipuan pun semakin beragam, mulai dari agen palsu, dokumen fiktif, hingga janji kelulusan visa tanpa proses resmi. Oleh karena itu, penting bagi calon pemohon visa untuk memahami cara menghindari penipuan agar tidak mengalami kerugian finansial maupun hukum. Modus Penipuan Visa yang Sering Terjadi Beberapa modus penipuan visa yang umum ditemui antara lain meliputi : Janji visa dijamin 100% disetujui tanpa wawancara atau persyaratan lengkap, Agen tidak resmi yang mengaku memiliki “orang dalam” di kedutaan, Biaya murah atau terlalu mahal yang tidak masuk akal dan tidak transparan, Dokumen palsu, seperti surat sponsor atau undangan kerja fiktif, Permintaan transfer uang pribadi tanpa bukti atau kontrak resmi. Solusi dan Cara Menghindari Penipuan Visa Gunakan Jalur Resmi Ajukan visa langsung melalui kedutaan, konsulat, atau situs resmi imigrasi negara tujuan. Jik...

Dikabarkan Tahun Ini Perusahaan Meta Mengungkapkan "Ada PHK Massal 1.500 Karyawan Kena Agar Fokus Metaverse"

 


Meta merupakan perusahaan teknologi raksasa yang menaungi Facebook, Instagram, dan WhatsApp. Kembali mengumumkan gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) dalam salah satu unit paling ambisiusnya. Kali ini, sekitar 1.500 posisi akan dihapuskan dari divisi Reality Labs, unit yang selama ini menjadi jantung proyek metaverse dan teknologi realitas virtual atau augmented. 

Divisi Reality Labs, yang berkantor pusat di Menlo Park, AS, memiliki sekitar 15.000 karyawan dan bertanggung jawab atas pengembangan perangkat seperti headset VR, software Horizon Worlds, serta inisiatif augmented reality (AR). PHK ini diperkirakan setara dengan ±10% dari total staf Reality Labs, angka signifikan bagi sebuah unit yang selama bertahun tahun menyerap biaya besar tetapi belum menghasilkan produk mainstream yang benar-benar populer.  Alasan di balik langkah ini bukan sekadar efisiensi semata. Meta kini mengarahkan kembali fokus strategisnya dari imajinasi metaverse yang luas menuju kecerdasan buatan (AI) dan perangkat wearable yang lebih dekat dengan kebutuhan konsumen saat ini. Perubahan ini mencerminkan tekanan industri teknologi untuk menghasilkan inovasi yang lebih konkret dan menguntungkan dalam jangka pendek. Wall Street Journal

Chief Technology Officer Meta, Andrew Bosworth, menyampaikan kepada tim Reality Labs bahwa perusahaan sedang melakukan pivot strategis besar, yang memerlukan realokasi sumber daya demi mendukung inovasi AI dan teknologi wearable masa depan. Sebuah pertemuan penting telah dijadwalkan untuk menjelaskan arah baru ini kepada staf divisi. Business Insider Meski besar untuk PHK ini hanya memengaruhi unit Reality Labs dan tidak berdampak langsung pada lini utama seperti Facebook, Instagram, atau WhatsApp. Namun langkah tersebut tetap menjadi babak penting dalam evolusi salah satu perusahaan teknologi paling berpengaruh di dunia memperlihatkan bahwa fokus pada metaverse yang sempat menjadi “visinya yang besar” kini direvisi demi prioritas teknologi generasi berikutnya. 

Komentar