Banyak orang mengira bahwa gangguan jantung hanya dialami oleh mereka yang berusia lanjut. Padahal, di usia muda pun risiko gangguan jantung bisa muncul. Terutama jika seseorang sering mengalami stres berkepanjangan. Sayangnya, stres sering dianggap hal sepele, padahal dampaknya bisa memengaruhi kesehatan fisik, termasuk kesehatan jantung.
Mengapa Stres Bisa Berbahaya bagi Jantung?
Saat seseorang mengalami stres, tubuh melepaskan hormon stres seperti adrenalin dan kortisol. Hormon ini membuat detak jantung meningkat, tekanan darah naik, dan pembuluh darah menyempit. Jika kondisi ini terjadi terus menerus, jantung akan bekerja lebih keras dari seharusnya. Dalam jangka panjang, stres kronis dapat meningkatkan risiko seperti :
Tekanan darah tinggi (hipertensi),
Detak jantung tidak teratur (aritmia),
Peradangan pada pembuluh darah,
Risiko penyakit jantung koroner.
Meskipun usia masih muda, jika stres tidak dikelola dengan baik, dampaknya tetap nyata bagi jantung.
Tanda Tanda yang Perlu Diwaspadai
jika Anda sering mengalami stres dan merasakan beberapa gejala sebaiknya jangan pernah diabaikan misalkan :
Jantung berdebar tanpa sebab jelas,
Dada terasa sesak atau nyeri ringan,
Mudah lelah meskipun aktivitas ringan,
Pusing atau sulit bernapas saat cemas,
Sulit tidur dan sering gelisah.
Gejala gejala ini belum tentu berarti ada penyakit jantung, tetapi bisa menjadi sinyal bahwa tubuh, khususnya jantung, sedang terbebani.
Perlukah Cek Kesehatan Jantung di Usia Muda?
Kalau jawabannya pernah Berarti itu sangat dianjurkan, terutama jika kalian sering :
Mengalami stres berat (kuliah, kerja, masalah pribadi),
Memiliki riwayat keluarga dengan penyakit jantung,
Merokok, kurang olahraga, atau pola makan tidak sehat,
Sering merasakan keluhan fisik saat stres.
Pemeriksaan sederhana seperti cek tekanan darah, EKG, dan konsultasi dokter bisa membantu mendeteksi masalah sejak dini.
Saran untuk Menjaga Kesehatan Jantung Saat Mengalami Stres
berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan seperti :
Kelola stres dengan sehat, misalnya olahraga ringan, meditasi, hobi, atau berbicara dengan orang tepercaya.
Tidur cukup minimal 7 sampai 8 jam per hari.
Batasi kafein dan rokok karena bisa memperparah kerja jantung.
Rutin berolahraga seperti jalan kaki, bersepeda, atau berenang.
Makan seimbang dengan sayur, buah, ikan, dan kurangi makanan tinggi lemak dan garam.
Jangan ragu periksa ke dokter bila keluhan sering muncul.
Kesimpulan
Stres di usia muda memang sulit dihindari, tetapi bukan berarti harus diterima begitu saja. Jika Anda pernah atau sering mengalami stres, ada baiknya mulai peduli pada dampaknya terhadap kesehatan jantung. Dengan mengenali tanda tanda sejak dini dan melakukan pemeriksaan serta perubahan gaya hidup, risiko gangguan jantung dapat ditekan sejak awal. Ingat menjaga jantung bukan hanya tugas orang tua, tetapi tanggung jawab kita semua, sejak muda
Komentar
Posting Komentar