Postingan Utama

Modus Visa Semakin Marak Terjadi Dimana Mana "Solusi Sangat Efektif Menghindari, Penipuan Visa Agar Tidak Tertipu"

Penipuan visa semakin marak seiring meningkatnya minat masyarakat untuk bekerja, belajar, atau bepergian ke luar negeri. Modus penipuan pun semakin beragam, mulai dari agen palsu, dokumen fiktif, hingga janji kelulusan visa tanpa proses resmi. Oleh karena itu, penting bagi calon pemohon visa untuk memahami cara menghindari penipuan agar tidak mengalami kerugian finansial maupun hukum. Modus Penipuan Visa yang Sering Terjadi Beberapa modus penipuan visa yang umum ditemui antara lain meliputi : Janji visa dijamin 100% disetujui tanpa wawancara atau persyaratan lengkap, Agen tidak resmi yang mengaku memiliki “orang dalam” di kedutaan, Biaya murah atau terlalu mahal yang tidak masuk akal dan tidak transparan, Dokumen palsu, seperti surat sponsor atau undangan kerja fiktif, Permintaan transfer uang pribadi tanpa bukti atau kontrak resmi. Solusi dan Cara Menghindari Penipuan Visa Gunakan Jalur Resmi Ajukan visa langsung melalui kedutaan, konsulat, atau situs resmi imigrasi negara tujuan. Jik...

SoftBank Berencana Memberikan Dana Trilyunan Untuk "Berbisnis AI Dengan Dukungan Perusahaan Data Center Digitalbrigde, Sebagai Investasi Sektor Kecerdasan Buatan Dan Langkah Strategi Yang Baru"

 


SoftBank Group Corp. konglomerat teknologi besar asal Jepang, semakin intensif memperluas investasi di sektor kecerdasan buatan (AI) melalui langkah strategis terbaru: akuisisi perusahaan investasi infrastruktur digital DigitalBridge senilai hampir USD 4 miliar (setara puluhan triliun rupiah). Kesepakatan ini merupakan bagian dari rencana SoftBank untuk memperkuat posisi globalnya dalam pembangunan data center dan infrastruktur AI generasi berikutnya. 

Apa yang Terjadi Kalau SoftBank Fokus Pada Infrastruktur Digital

SoftBank telah menyetujui perjanjian untuk membeli seluruh saham DigitalBridge dengan harga USD 16 per saham dengan total nilai transaksi sekitar USD 4 miliar atau setara sekitar puluhan triliun rupiah (kurs bervariasi tergantung nilai tukar). DigitalBridge adalah perusahaan asal Amerika Serikat yang fokus pada investasi infrastruktur digital, termasuk data center, jaringan fiber optik, menara telekomunikasi, dan layanan tepi jaringan (edge infrastructure).  Kesepakatan ini diharapkan selesai pada paruh kedua 2026, setelah mendapatkan persetujuan dari regulator terkait.

Mengapa SoftBank Melakukannya?

SoftBank dipimpin oleh tokoh di balik strategi besar perusahaan untuk memanfaatkan boom AI global. Beberapa alasan utama SoftBank melakukan investasi ini antara lain seperti :

Menambah Kapasitas Infrastruktur AI

permintaan terhadap pusat data berkapasitas tinggi terus meningkat karena kebutuhan komputasi besar bagi AI, mulai dari pelatihan model bahasa besar (large language models  atau LLM) hingga layanan cloud AI untuk perusahaan. DigitalBridge memiliki jaringan data center besar di banyak wilayah dan menjadi fondasi infrastruktur digital itu sendiri. 

Menguatkan Ekosistem AI SoftBank

akuisisi DigitalBridge melengkapi strategi SoftBank yang sudah berjalan melalui investasi besar di AI, termasuk hubungan dengan OpenAI dan proyek infrastruktur besar seperti Stargate—yang juga melibatkan Oracle dan mitra lain untuk membangun pusat data berkapasitas tinggi di AS. Venture Capital Post

Dukungan Infrastruktur “Physical AI”

di luar model AI dan perangkat lunak, kebutuhan fisik seperti data center, energi listrik, dan konektivitas jaringan menjadi batu penjuru untuk menampung eksponensialnya beban komputasi AI. Dengan DigitalBridge di bawah payungnya, SoftBank kini dapat lebih baik mengontrol serta mempercepat pembangunan infrastruktur ini. 

Apa Itu Data Center DigitalBridge?

DigitalBridge Group, Inc. adalah perusahaan investasi infrastruktur digital global yang mengelola lebih dari puluhan miliar dolar dalam aset (assets under management), khususnya di data center, jaringan telekomunikasi, dan teknologi jaringan lainnya. Portofolio mereka termasuk sejumlah unit data center besar serta jaringan fiber optic. Meskipun diakuisisi oleh SoftBank, DigitalBridge akan tetap dikelola secara independen dengan CEO Marc Ganzi memimpin operasi sehari hari, menurut pernyataan resmi. 

Dampak pada Industri dan Pasar

begitu kabar ini diumumkan, harga saham DigitalBridge langsung melonjak signifikan, mencerminkan optimisme investor terhadap nilai strategis akuisisi ini. 

Di sisi SoftBank  langkah ini sejalan dengan arus global investasi besar ke infrastruktur AI, sekaligus meningkatkan peran perusahaan dalam ekosistem teknologi global. Wall Street Journal

Akhirnya langkah ini juga menunjukkan bagaimana persaingan untuk penguasaan teknologi hingga lapisan fisik infrastruktur (bukan hanya perangkat lunak) menjadi kunci untuk dominasi AI jangka panjang. Venture Capital Post

Kesimpulan

Dengan menyuntikkan dana triliunan rupiah untuk membeli DigitalBridge, SoftBank semakin memperkuat ekspansinya di dunia kecerdasan buatan dan infrastruktur digital global. Langkah ini bukan hanya soal investasi finansial, tetapi juga mengokohkan pondasi teknologi masa depan, di mana data center dan jaringan menjadi tulang punggung ekosistem AI. 


Komentar