Memberi atau berbagi kepada orang lain bukan hanya bermanfaat bagi penerima, tetapi juga memberikan dampak positif yang besar bagi kesehatan mental si pemberi. Hal ini diungkapkan oleh berbagai pakar psikologi dan kesehatan yang meneliti hubungan antara perilaku prososial dan kesejahteraan emosional manusia.
Memberi Memicu Hormon Bahagia
Menurut para ahli psikologi, ketika seseorang melakukan tindakan memberi atau menolong orang lain, otak akan melepaskan hormon seperti dopamin, oksitosin, dan endorfin. Hormon hormon ini berperan penting dalam menciptakan perasaan bahagia, tenang, dan terhubung dengan orang lain. Inilah sebabnya mengapa setelah membantu orang lain, seseorang sering merasa lebih lega, hangat, dan puas secara batin. Fenomena ini sering disebut sebagai helper’s high, yaitu perasaan bahagia alami yang muncul setelah berbuat baik.
Mengurangi Stres dan Kecemasan
Pakar kesehatan mental juga menjelaskan bahwa berbagi dapat membantu menurunkan tingkat stres dan kecemasan. Saat seseorang fokus membantu orang lain, pikirannya beralih dari masalah pribadi, sehingga beban mental terasa lebih ringan. Aktivitas memberi juga dapat menurunkan kadar hormon kortisol (hormon stres) di dalam tubuh. Dengan kata lain, memberi bukan hanya soal kebaikan sosial, tetapi juga menjadi cara alami untuk menenangkan pikiran.
Meningkatkan Rasa Makna dan Tujuan Hidup
Berbagi membuat seseorang merasa hidupnya lebih berarti. Psikolog menyebut bahwa manusia secara alami membutuhkan rasa makna, keterhubungan, dan kontribusi. Ketika kita memberi, kita merasa dibutuhkan dan bermanfaat bagi orang lain, yang pada akhirnya memperkuat harga diri dan rasa tujuan hidup. Perasaan inilah yang sangat penting dalam menjaga kesehatan mental jangka panjang, terutama untuk mencegah perasaan hampa, kesepian, dan depresi.
Memperkuat Hubungan Sosial
Para pakar juga menekankan bahwa memberi dapat mempererat hubungan antarindividu. Hubungan sosial yang hangat dan saling mendukung terbukti menjadi salah satu faktor utama kesehatan mental yang baik. Dengan berbagi, kepercayaan dan empati tumbuh, sehingga seseorang merasa tidak sendirian dalam menghadapi hidup.
Kesimpulan
Para pakar sepakat bahwa memberi atau berbagi kepada orang lain adalah salah satu cara sederhana namun sangat efektif untuk menjaga kesehatan mental. Aktivitas ini membantu meningkatkan kebahagiaan, mengurangi stres, memperkuat hubungan sosial, serta menumbuhkan rasa makna dalam hidup. Dengan demikian, berbagi bukan hanya sebuah tindakan moral, tetapi juga sebuah investasi bagi kesehatan mental diri sendiri. Semakin sering kita berbagi dengan tulus, semakin sehat pula jiwa kita.
Komentar
Posting Komentar