Banyak orang tua masih percaya bahwa konsumsi gula, termasuk gula dari buah, dapat membuat anak menjadi hiperaktif (hyperactive). Istilah “sugar rush” bahkan sudah menjadi istilah populer untuk menggambarkan anak yang tiba-tiba menjadi sangat aktif setelah makan makanan manis. Benarkah gula buah (fruktosa).
Apa Itu Gula Buah?
Gula buah atau fruktosa adalah gula alami yang terdapat dalam buah-buahan, madu, dan beberapa sayuran. Berbeda dengan gula pasir (sukrosa) atau sirup jagung fruktosa tinggi (high fructose corn syrup), fruktosa dalam buah hadir bersama serat, vitamin, mineral, dan antioksidan yang membantu memperlambat penyerapan gula ke dalam darah.
Dari Mitos Yang Ada Gula Membuat Anak Hyperaktif
berbagai penelitian menunjukkan bahwa tidak ada bukti kuat bahwa gula secara langsung menyebabkan hiperaktivitas pada anak. Sebuah tinjauan ilmiah dari beberapa studi psikologi dan gizi menemukan bahwa anak-anak yang diberi gula tidak menunjukkan peningkatan aktivitas atau perilaku hiperaktif dibandingkan anak yang tidak mengonsumsi gula. Fenomena “anak jadi lebih aktif setelah makan manis” seringkali disebabkan oleh seperti :
Situasi sosial (pesta ulang tahun, acara keluarga, bermain dengan teman),
Stimulasi lingkungan (musik, permainan, suasana ramai),
Ekspektasi orang tua (orang tua mengharapkan anak menjadi lebih aktif sehingga lebih memperhatikan perilaku tersebut).
Lalu Bagaimana dengan Fruktosa Berlebih?
Meskipun fruktosa alami dari buah relatif aman, konsumsi fruktosa berlebihan dari minuman manis, jus kemasan, dan makanan ultra-proses dapat berdampak buruk bagi kesehatan, seperti:
Risiko obesitas,
Gangguan metabolik,
Resistensi insulin,
Gangguan kesehatan hati (fatty liver),
Namun dampak ini lebih berkaitan dengan kesehatan fisik jangka panjang, bukan menyebabkan anak menjadi hiperaktif secara langsung,
Buah Tetap Sehat Dikonsumsi.
Para ahli gizi sepakat bahwa buah tetap merupakan bagian penting dari pola makan sehat. Serat dalam buah membantu menstabilkan kadar gula darah dan membuat anak kenyang lebih lama, sehingga tidak menimbulkan lonjakan energi yang ekstrem. Yang perlu dibatasi dari gula itu adalah :
Minuman manis kemasan,
Sirup fruktosa tinggi,
Permen dan makanan manis ultra proses.
Kesimpulan
Gula buah (fruktosa alami) tidak terbukti menyebabkan hiperaktivitas.
Perilaku anak yang tampak “hyperaktif” setelah makan manis biasanya dipengaruhi faktor lingkungan dan psikologis.
Yang perlu diwaspadai adalah konsumsi gula tambahan berlebihan, bukan buahnya.
Dengan kata lain, makan buah tidak membuat anak menjadi hiperaktif, justru membantu memenuhi kebutuhan nutrisi harian mereka secara sehat
Komentar
Posting Komentar