Belajar dari kisah seorang pria yang kaget mengalami gejala stroke
banyak orang mengira stroke hanya menyerang mereka yang sudah lanjut usia atau memiliki riwayat penyakit berat. Faktanya, stroke juga bisa menyerang orang yang tampak sehat, bahkan aktif berolahraga dan tidak memiliki keluhan berarti. Salah satu pemicunya yang sering tidak disadari adalah jenis minuman yang dikonsumsi sehari hari. Baru baru ini, cerita dari seorang pria yang tampak sehat mendadak mengalami gejala stroke membuat banyak orang terkejut. Ia tidak merokok, jarang sakit, dan merasa tubuhnya baik baik saja. Setelah ditelusuri, ada beberapa kebiasaan konsumsi minuman yang ternyata berkontribusi besar terhadap risikonya.
Minuman Tinggi Gula (Teh manis, boba, soda, minuman kemasan)
minuman manis menyebabkan lonjakan gula darah yang cepat. Jika dikonsumsi terus menerus, hal ini bisa seperti :
Meningkatkan risiko diabetes tersembunyi
Memicu peradangan pembuluh darah,
Mempercepat kerusakan dinding pembuluh darah otak,
Risiko Yang Terjadi Stroke iskemik akibat penyempitan pembuluh darah. Tipsnya kita harus batasi minuman manis, perbanyak air putih atau infused water tanpa gula.
Minuman Berkafein Berlebihan (Kopi berlebihan, minuman energi)
kafein dalam jumlah besar bisa meningkatkan misalkan :
Tekanan darah secara mendadak,
Detak jantung tidak teratur,
Risiko pecahnya pembuluh darah kecil.
Risiko nya pada stroke hemoragik (perdarahan otak) terutama pada orang dengan tekanan darah sensitif. Tips yang harus dilakukan maksimal 1 atau 2 gelas kopi per hari, hindari minuman energi rutin.
Minuman Tinggi Natrium (Minuman elektrolit berlebihan, sup instan cair, minuman “isotonik” tertentu)
natrium berlebih dapat meningkatkan tekanan darah tanpa disadari.
Risiko yang kita harus dilakukan hipertensi tersembunyi yang memperbesar risiko stroke. Tips yang dilakukan cek label natrium, jangan minum minuman elektrolit jika tidak sedang berkeringat berat atau olahraga intens.
Alkohol
meski kadang dianggap “menyehatkan jantung” dalam jumlah kecil, alkohol tetap seperti :
Meningkatkan tekanan darah,
Mengganggu irama jantung,
Menyebabkan pembuluh darah rapuh.
Risiko yang kita harus lakukan semua jenis stroke. Tips yang dilakukan jika bisa, hindari alkohol sama sekali.
Minuman Herbal atau Suplemen Cair Tanpa Aturan Jelas
beberapa minuman herbal mengandung zat yang bisa :
Mengentalkan darah,
Berinteraksi dengan obat tertentu,
Memicu tekanan darah naik.
Risiko yang di hadapi gangguan pembekuan darah dan sumbatan pembuluh. Tips yang harus dilakukan Konsultasikan dulu sebelum rutin konsumsi herbal.
Pelajaran dari Kisah Pria yang Kaget Terserang Gejala Stroke
Pria tersebut tidak merasa sakit, namun karena :
Sering minum kopi dan minuman manis setiap hari,
Kurang minum air putih,
Jarang cek tekanan darah dan gula darah,
Gejala datang mendadak: pusing berat, bicara pelo, tangan lemas. Untung ia segera ke rumah sakit sehingga tertolong.
Pesan penting yang harus di sampaikan biar merasa sehat bukan berarti bebas risiko. Seperti tips Aman Agar Terhindar dari Risiko Stroke :
Minum air putih cukup (6 sampai 8 gelas/hari).
Batasi gula, kafein, dan natrium.
Cek tekanan darah dan gula darah minimal 6 bulan sekali.
Perhatikan reaksi tubuh setelah minum sesuatu (pusing, jantung berdebar, lemas).
Pola hidup seimbang juga tidur cukup, kelola stres, olahraga rutin.
Kesimpulan
Minuman yang kita anggap biasa bisa menjadi pemicu tersembunyi gejala stroke. Mengenali risikonya sejak dini adalah langkah sederhana namun sangat penting untuk melindungi kesehatan otak dan pembuluh darah kita. Lebih baik mencegah sekarang daripada menyesal kemudian.
Komentar
Posting Komentar