Postingan Utama

Modus Visa Semakin Marak Terjadi Dimana Mana "Solusi Sangat Efektif Menghindari, Penipuan Visa Agar Tidak Tertipu"

Penipuan visa semakin marak seiring meningkatnya minat masyarakat untuk bekerja, belajar, atau bepergian ke luar negeri. Modus penipuan pun semakin beragam, mulai dari agen palsu, dokumen fiktif, hingga janji kelulusan visa tanpa proses resmi. Oleh karena itu, penting bagi calon pemohon visa untuk memahami cara menghindari penipuan agar tidak mengalami kerugian finansial maupun hukum. Modus Penipuan Visa yang Sering Terjadi Beberapa modus penipuan visa yang umum ditemui antara lain meliputi : Janji visa dijamin 100% disetujui tanpa wawancara atau persyaratan lengkap, Agen tidak resmi yang mengaku memiliki “orang dalam” di kedutaan, Biaya murah atau terlalu mahal yang tidak masuk akal dan tidak transparan, Dokumen palsu, seperti surat sponsor atau undangan kerja fiktif, Permintaan transfer uang pribadi tanpa bukti atau kontrak resmi. Solusi dan Cara Menghindari Penipuan Visa Gunakan Jalur Resmi Ajukan visa langsung melalui kedutaan, konsulat, atau situs resmi imigrasi negara tujuan. Jik...

Peristiwa Ini Jadikan Pelajaran Bagi Yang Suka Membawa Powerblank Ke Bandara Karena Ada Kejadian "Insiden Terbakar di Lounge Bandara Di Melbourne Airport"

 


Kronologi Kejadian  

Pada Kamis pagi, 6 November 2025, sekitar pukul 11.00 waktu Australia bagian timur, terjadi insiden di lounge kelas bisnis milik Qantas Airways di terminal internasional Melbourne Airport. Seorang pria berusia sekitar 50an mengalami luka bakar saat power bank berbaterai lithium ion yang dibawanya dalam saku tiba tiba memanas lalu meledak. Akibat ledakan tersebut :

Seluruh lounge dievakuasi sekitar 150 orang harus keluar sebagai tindakan antisipasi. 

Korban utama luka bakar di bagian kaki dan jari jarinya. 

Lounge ditutup sementara untuk pembersihan dan ventilasi, lalu dibuka kembali setelah ±2 jam. 

Detail Kejadian

Menurut saksi di lokasi :

Perangkat power bank mulai mengeluarkan asap dan api saat masih dalam saku pria tersebut. Beberapa saksi melaporkan melihat “baterai asam terpercik ke mana mana”,

Staf lounge dengan cepat mengarahkan korban ke ruang shower untuk memadamkan api di tubuhnya sebelum petugas medis datang. 

Tanggapan Pihak Terkait

Qantas menyatakan lounge telah dibuka kembali setelah prosedur pembersihan dan koordinasi dengan pihak bandara. 

Perusahaan tersebut juga mengumumkan akan meninjau kembali kebijakan penggunaan baterai lithium dan power bank untuk penumpang. 

Para ahli keselamatan penerbangan mengingatkan bahwa power bank berbaterai lithium-ion bisa mengalami thermal runaway (laju panas tak terkendali) bila rusak atau mengalami hubung singkat, dan telah menjadi isu keselamatan mayor di sektor penerbangan. 

Dampak Dan Relevansi

Meskipun hanya satu orang yang terluka secara langsung, kejadian ini berdampak pada puluhan penumpang lain yang berada di lounge dan dievakuasi.

Insiden ini menjadi pengingat bahwa perangkat portabel bertenaga baterai lithium, seperti power bank, membawa risiko lebih tinggi dalam lingkungan penerbangan, terutama bila dimasukkan dalam bagasi yang sulit diakses.

Bagi para pelaku perjalanan (traveller), kejadian ini menambah urgensi untuk memperhatikan aturan tentang membawa dan menggunakan power bank saat di bandara atau pesawat.

Tips untuk Penumpang

Untuk menghindari kejadian serupa, berikut beberapa hal yang disarankan :

Simpan power bank di tas jinjing (carry on), bukan di bagasi tercatat (checked baggage).

Gunakan power bank yang memiliki sertifikasi keamanan dan kondisi baterai yang masih baik.

Hindari mengecas power bank terus menerus atau meninggalkannya dalam keadaan tertusuk kabel atau tertekan.

Bila power bank mulai terasa panas, mengeluarkan suara mendesis atau mengeluarkan bau terbakar, hentikan penggunaan segera, jangan simpan di saku atau tempat tertutup.

Ikuti instruksi maskapai dan otoritas bandara terkait membawa perangkat baterai.

Kesimpulan 

Insiden di Melbourne Airport ini menunjukkan bahwa meskipun perangkat seperti power bank tampak sepele dan rutin digunakan oleh penumpang, potensi risikonya nyata termasuk risiko kebakaran dan luka bakar. Pihak maskapai dan bandara harus meningkatkan pengawasan dan edukasi keamanan, sementara penumpang pun memiliki tanggung jawab untuk menggunakan perangkat dengan aman.


Komentar