Postingan Utama

Modus Visa Semakin Marak Terjadi Dimana Mana "Solusi Sangat Efektif Menghindari, Penipuan Visa Agar Tidak Tertipu"

Penipuan visa semakin marak seiring meningkatnya minat masyarakat untuk bekerja, belajar, atau bepergian ke luar negeri. Modus penipuan pun semakin beragam, mulai dari agen palsu, dokumen fiktif, hingga janji kelulusan visa tanpa proses resmi. Oleh karena itu, penting bagi calon pemohon visa untuk memahami cara menghindari penipuan agar tidak mengalami kerugian finansial maupun hukum. Modus Penipuan Visa yang Sering Terjadi Beberapa modus penipuan visa yang umum ditemui antara lain meliputi : Janji visa dijamin 100% disetujui tanpa wawancara atau persyaratan lengkap, Agen tidak resmi yang mengaku memiliki “orang dalam” di kedutaan, Biaya murah atau terlalu mahal yang tidak masuk akal dan tidak transparan, Dokumen palsu, seperti surat sponsor atau undangan kerja fiktif, Permintaan transfer uang pribadi tanpa bukti atau kontrak resmi. Solusi dan Cara Menghindari Penipuan Visa Gunakan Jalur Resmi Ajukan visa langsung melalui kedutaan, konsulat, atau situs resmi imigrasi negara tujuan. Jik...

Kabar Dari Bank Indonesia (BI) dan People's Bank of China (PBoC) memperluas skema Local Currency Transaction (LCT) "Skema LCT Dan QRIS Antarnegara, QRIS Bisa Dipakai Belanja di China"

 


Bank Indonesia (BI) bersama People's Bank of China (PBoC) mengambil langkah strategis untuk memperluas penggunaan Local Currency Transaction (LCT) dan sistem pembayaran digital QRIS antarnegara, yang memungkinkan transaksi belanja QRIS di Tiongkok. Inisiatif ini diyakini akan memperkuat konektivitas keuangan, menekan biaya transaksi, dan mendukung stabilitas ekonomi bilateral.

Latar Belakang Dan Komitmen

BI dan PBoC menyepakati peningkatan penggunaan mata uang lokal dalam transaksi perdagangan dan investasi antara Indonesia dan Tiongkok. 

Nilai transaksi LCT antara kedua negara sudah mencapai ekuivalen US$ 6,23 miliar selama periode Januari–Juli 2025, naik signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya senilai sekitar US$ 2,17 miliar. 

Komitmen ini berada dalam kerangka penguatan hubungan diplomatik dan ekonomi, termasuk momentum 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan Tiongkok. 

Inisiatif QRIS Antarnegara dan Uji Coba

Salah satu aspek penting dari kerja sama ini adalah uji coba terbatas (sandbox) untuk konektivitas pembayaran QRIS antarnegara Indonesia dan Tiongkok. 

Inisiatif ini melibatkan Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) dan mitra sistem pembayaran dari Tiongkok, termasuk UnionPay International. 

Tujuan utama uji coba ini adalah agar warga Indonesia bisa menggunakan QRIS untuk belanja di Tiongkok, serta sebaliknya, memudahkan transaksi lintas negara secara langsung tanpa harus selalu lewat konversi mata uang asing yang mahal atau berbelit. 

Manfaat dan Tantangan Skema LCT Dan Qris

Manfaatnya

Efisiensi Transaksi dengan memakai mata uang lokal dan QRIS antarnegara, biaya tukar uang asing dan biaya konversi bisa ditekan,

Kemudahan bagi Pelaku Usaha dan Masyarakat untuk pedagang, wisatawan, investor akan mendapat opsi pembayaran yang lebih mudah, cepat, dan transparan,

Stabilitas Keuangan Dan Penguatan Rupiah untuk penggunaan mata uang lokal dapat mengurangi ketergantungan pada dolar AS dalam perdagangan bilateral, serta memperkecil risiko nilai tukar. 

Tantangannya

Teknologi Dan Integrasi Sistem  perlu memastikan keamanan, interoperabilitas sistem QRIS dan platform pembayaran Tiongkok agar bisa saling terkoneksi lancar,

Regulasi dan Kepatuhan dalam peraturan anti pencucian uang (AML), keamanan data, perlindungan konsumen harus diatur dengan jelas antara kedua negara,

Skala Dan Adopsi meskipun uji coba sedang berjalan, adopsi massal membutuhkan sosialisasi dan kepercayaan dari pelaku usaha dan pengguna,

Fluktuasi Kurs Dan  Risiko Valas meskipun LCT mengurangi ketergantungan pada mata uang asing, masih ada risiko akibat perbedaan nilai tukar lokal, inflasi, dan kebijakan moneter domestik.

Prediksi Dan Waktu Implementasi

Uji coba QRIS antarnegara diharapkan selesai dalam waktu yang cukup cepat agar bisa mulai digunakan secara formal,

Jika berjalan lancar dan kemungkinan besar QRIS bisa resmi dipakai untuk belanja di China paling lambat akhir tahun 2025 atau awal 2026, tergantung hasil uji teknis dan regulasi. (Catatan: belum ada pernyataan resmi dari BI bahwa tanggal pastinya sudah definitif).

Kesimpulan

Skema LCT dan perluasan QRIS antarnegara antara Indonesia dan Tiongkok merupakan langkah maju yang strategis dalam era digitalisasi keuangan. Bila berhasil, inisiatif ini tidak hanya akan mempermudah transaksi lintas batas tetapi juga memperkuat posisi Rupiah, meningkatkan efisiensi ekonomi, dan menambah daya saing Indonesia dalam kerjasama ekonomi internasional.

Komentar