Postingan Utama

Modus Visa Semakin Marak Terjadi Dimana Mana "Solusi Sangat Efektif Menghindari, Penipuan Visa Agar Tidak Tertipu"

Penipuan visa semakin marak seiring meningkatnya minat masyarakat untuk bekerja, belajar, atau bepergian ke luar negeri. Modus penipuan pun semakin beragam, mulai dari agen palsu, dokumen fiktif, hingga janji kelulusan visa tanpa proses resmi. Oleh karena itu, penting bagi calon pemohon visa untuk memahami cara menghindari penipuan agar tidak mengalami kerugian finansial maupun hukum. Modus Penipuan Visa yang Sering Terjadi Beberapa modus penipuan visa yang umum ditemui antara lain meliputi : Janji visa dijamin 100% disetujui tanpa wawancara atau persyaratan lengkap, Agen tidak resmi yang mengaku memiliki “orang dalam” di kedutaan, Biaya murah atau terlalu mahal yang tidak masuk akal dan tidak transparan, Dokumen palsu, seperti surat sponsor atau undangan kerja fiktif, Permintaan transfer uang pribadi tanpa bukti atau kontrak resmi. Solusi dan Cara Menghindari Penipuan Visa Gunakan Jalur Resmi Ajukan visa langsung melalui kedutaan, konsulat, atau situs resmi imigrasi negara tujuan. Jik...

Sebelum Jual Beli Mobil Bekas Atau Baru, Kami Punya Tips "Tips Mengatasi Penipuan “Segitiga” di Mobil Bekas"

 


Membeli mobil bekas memang bisa jadi solusi cerdas untuk mendapatkan kendaraan dengan harga lebih terjangkau. Namun, banyak modus penipuan yang mengintai, salah satunya adalah penipuan segitiga. Modus ini sering memakan korban karena melibatkan tiga pihak sekaligus ada penjual, pembeli, dan pihak ketiga (biasanya calo atau perantara nakal).

Agar tidak terjebak, berikut beberapa tips penting untuk menghindari penipuan segitiga saat transaksi mobil bekas :

Pahami Modus “Segitiga”

Penipuan ini biasanya terjadi ketika mobil yang akan dijual sebenarnya bukan milik penjual asli. Calo atau pelaku bertindak sebagai perantara yang menghubungkan pembeli dan pemilik, tetapi menyembunyikan fakta sebenarnya. Uang bisa saja mengalir ke pelaku, sementara pembeli tidak mendapatkan mobil yang sah secara hukum.

Pastikan Identitas Penjual

Cocokkan nama di KTP dengan nama di BPKB dan STNK,

Hindari transaksi jika penjual mengaku menjual mobil “atas nama saudara/teman/klien”,

Jangan tergiur harga miring yang tidak masuk akal.

Periksa Dokumen Kendaraan

BPKB asli harus ada di tangan penjual.

Cek kesesuaian nomor rangka dan nomor mesin dengan yang tercatat di STNK,

Pastikan tidak ada tanda blokir, leasing, atau sengketa kepemilikan.

Gunakan Rekening Bersama (Escrow)

Jika memungkinkan, lakukan pembayaran melalui rekening bersama resmi agar dana hanya cair ketika dokumen dan mobil sudah dipastikan aman.

Transaksi di Tempat Resmi

Lakukan pertemuan di showroom, balai lelang, atau dealer terpercaya, bukan di pinggir jalan,

Hindari transaksi di lokasi yang mencurigakan.

Ajukan Cek di Samsat atau Polisi

Sebelum deal, mintalah cek fisik kendaraan di kantor Samsat atau lakukan pemeriksaan keaslian dokumen di pihak berwenang. Ini membantu memastikan mobil tidak bermasalah hukum.

Gunakan Perjanjian Tertulis

Buat perjanjian jual beli dengan tanda tangan di atas materai. Cantumkan identitas penjual, detail kendaraan, harga, serta mekanisme pembayaran untuk menghindari klaim sepihak.

Kesimpulan

Penipuan segitiga mobil bekas bisa dihindari jika kita waspada, teliti, dan tidak tergiur harga murah. Ingat, membeli mobil bukan hanya soal kendaraan, tapi juga soal legalitas dan keamanan finansial. Lebih baik sedikit repot di awal daripada rugi besar di kemudian hari.

Komentar