Postingan Utama

Modus Visa Semakin Marak Terjadi Dimana Mana "Solusi Sangat Efektif Menghindari, Penipuan Visa Agar Tidak Tertipu"

Penipuan visa semakin marak seiring meningkatnya minat masyarakat untuk bekerja, belajar, atau bepergian ke luar negeri. Modus penipuan pun semakin beragam, mulai dari agen palsu, dokumen fiktif, hingga janji kelulusan visa tanpa proses resmi. Oleh karena itu, penting bagi calon pemohon visa untuk memahami cara menghindari penipuan agar tidak mengalami kerugian finansial maupun hukum. Modus Penipuan Visa yang Sering Terjadi Beberapa modus penipuan visa yang umum ditemui antara lain meliputi : Janji visa dijamin 100% disetujui tanpa wawancara atau persyaratan lengkap, Agen tidak resmi yang mengaku memiliki “orang dalam” di kedutaan, Biaya murah atau terlalu mahal yang tidak masuk akal dan tidak transparan, Dokumen palsu, seperti surat sponsor atau undangan kerja fiktif, Permintaan transfer uang pribadi tanpa bukti atau kontrak resmi. Solusi dan Cara Menghindari Penipuan Visa Gunakan Jalur Resmi Ajukan visa langsung melalui kedutaan, konsulat, atau situs resmi imigrasi negara tujuan. Jik...

Pesan Informasi Sebuah Fakta Dari Dokter Harvard "Menurut Dokter Saurabh Sethi (Harvard Trained Gastroenterologist), Ada Tujuh Fakta Tentang Makanan Sehari hari Kita Konsumsi"

 


Dalam sebuah paparan terbaru, Dr. Saurabh Sethi, dokter spesialis gastroenterologi yang dilatih di AIIMS, Harvard, dan Stanford, membagikan tujuh wawasan berbasis ilmu pengetahuan mengenai beberapa makanan sehari hari yang sering disalahpahami, apa manfaatnya dan apa yang sebaiknya diperhatikan :

Nasi putih bukan selalu jahat, Bisa masuk dalam pola makan sehat dalam jumlah sewajarnya,

Pisang yang masih sedikit hijau (slightly green bananas), Lebih berguna untuk pencernaan karena kandungan resistent starch-nya tinggi,

Kopi tidak selamanya baik, Efeknya bisa positif atau justru kurang cocok untuk pencernaan, tergantung toleransi individu,

Rempah rempah memiliki nilai medis Rempah seperti kunyit, jahe, dsb., mendukung sistem pencernaan dan mengurangi peradangan,

Yogurt polos lebih unggul dari minuman probiotik manis, lebih alami dan rendah gula,

Buah beri (berries) kaya antioksidan, sangat mendukung kesehatan usus dan imunitas,

Chia dan basil seeds tinggi serat, mendukung pencernaan dan fungsi usus.

Ini adalah intisari inti dari tujuh poin yang disampaikan Dr. Sethi, meluruskan bias umum tentang “makanan sehari hari” dan manfaatnya bagi pencernaan, ditambah Rekomendasi Makanan dan Minuman Lain yang Mendukung Kesehatan Usus

Delapan Makanan Tinggi Serat

Dalam panduan lain, Dr. Sethi juga merekomendasikan delapan sumber serat beragam yang efektif bagi pencernaan dan kesehatan secara menyeluruh :

Chia seeds,

Lentil,

Raspberi,

Alpukat,

Brokoli matang,

Oats,

Flax seed,

Kacang-kacangan (chickpeas & beans).

Kiwi sebagai “superfood” untuk pencernaan

Kiwi disebutnya efektif meredakan sembelit, kembung, dan ketidaknyamanan pencernaan berkat enzim alami dan kandungan seratnya. Selain itu, kiwi mudah ditemukan dan terjangkau.

Minuman Harian yang Bermanfaat untuk Usus dan Hati

Dr. Sethi menyarankan tiga jenis minuman yang ideal dikonsumsi setiap hari :

Teh hijau (antioxidant-rich),

Kopi (dengan batasan lebih aman dibandingkan dengan beberapa penyakit hati),

Smoothie tinggi serat yang dibuat dengan coconut water,

Kombinasi Makanan ‘Sinergis’ untuk Usus Sehat

Beberapa kombinasi makanan yang dia promosikan karena manfaat pencernaan dan anti-inflamasi nya :

Turmeric latte + lada hitam,

Sayuran cruciferous (misalnya kubis, kembang kol) dimasak dengan biji mustard,

Teh hijau + perasan lemon,

Blueberry + walnut,

Chia & basil seeds + yogurt.

Kesimpulan dari Tujuh “Super-Makanan” dalam Sehari hari

Jika kami simpulkan meski struktur tujuh makanan “harian” tidak eksplisit disebut semua, berikut adalah daftar pendek yang mencermati berbagai wawasan Dr. Sethi :

Nasi putih (secukupnya),

Pisang sedikit hijau,

Kopi (dengan pertimbangan toleransi),

Teh hijau,

Chia atau basil seeds,

Yogurt polos,

Buah beri (berries),

Kiwi.

delapan sumber serat (chia, lentil, raspberi, alpukat, brokoli, oats, flax seed, chickpeas & beans), dan kombinasi sinergis seperti turmeric latte + lada hitam, juga layak dipertimbangkan.

Penutup dan harus di perhatikan 

Semua informasi di atas berasal dari wawancara dan artikel terbaru (terbit Agustus 2025) oleh Dr. Saurabh Sethi, gastroenterolog Harvard-trained The Times of India, Penting diingat bahwa ini bukan petunjuk medis individual, selalu konsultasikan ke dokter atau ahli gizi sebelum menerapkan perubahan besar dalam diet.

Komentar