Postingan Utama

Modus Visa Semakin Marak Terjadi Dimana Mana "Solusi Sangat Efektif Menghindari, Penipuan Visa Agar Tidak Tertipu"

Penipuan visa semakin marak seiring meningkatnya minat masyarakat untuk bekerja, belajar, atau bepergian ke luar negeri. Modus penipuan pun semakin beragam, mulai dari agen palsu, dokumen fiktif, hingga janji kelulusan visa tanpa proses resmi. Oleh karena itu, penting bagi calon pemohon visa untuk memahami cara menghindari penipuan agar tidak mengalami kerugian finansial maupun hukum. Modus Penipuan Visa yang Sering Terjadi Beberapa modus penipuan visa yang umum ditemui antara lain meliputi : Janji visa dijamin 100% disetujui tanpa wawancara atau persyaratan lengkap, Agen tidak resmi yang mengaku memiliki “orang dalam” di kedutaan, Biaya murah atau terlalu mahal yang tidak masuk akal dan tidak transparan, Dokumen palsu, seperti surat sponsor atau undangan kerja fiktif, Permintaan transfer uang pribadi tanpa bukti atau kontrak resmi. Solusi dan Cara Menghindari Penipuan Visa Gunakan Jalur Resmi Ajukan visa langsung melalui kedutaan, konsulat, atau situs resmi imigrasi negara tujuan. Jik...

Tahun Ini Bagi Yang Memutar Lagu Indonesia di Kafe dan Restoran Wajib Bayar Royalti, Ini Aturannya!

 


Mulai tahun ini, seluruh pemilik usaha seperti kafe, restoran, hotel, pusat perbelanjaan, dan tempat umum lainnya di Indonesia wajib membayar royalti atas pemutaran lagu-lagu Indonesia, termasuk lagu-lagu populer dari musisi lokal. Kebijakan ini merujuk pada pelaksanaan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta yang semakin ditegakkan (Jakarta, 2025)

Kewajiban membayar royalti ini dikelola oleh LMKN (Lembaga Manajemen Kolektif Nasional) yang bertugas mengumpulkan dan mendistribusikan royalti kepada para pencipta, penyanyi, dan pemilik hak terkait lainnya. Lagu yang diputar baik melalui speaker, live band, ataupun playlist digital tetap masuk dalam kategori penggunaan komersial yang membutuhkan izin dan pembayaran royalti.

Tarif dan Kategori Usaha
LMKN telah menetapkan tarif yang berbeda-beda tergantung jenis usaha, luas tempat, dan kapasitas pengunjung. Misalnya :

Kafe kecil dengan kapasitas di bawah 50 orang dikenakan tarif mulai dari Rp200.000 hingga Rp500.000 per tahun.
Restoran besar atau tempat hiburan malam bisa dikenakan tarif jutaan rupiah per tahun, tergantung intensitas dan jenis penggunaan musiknya.

Sanksi Bagi yang Melanggar
Usaha yang ketahuan memutar lagu tanpa membayar royalti atau tanpa izin dapat dikenakan sanksi administratif, bahkan pidana sesuai UU Hak Cipta. Hukuman maksimal bisa berupa penjara hingga 4 tahun dan/atau denda hingga Rp1 miliar bagi pelanggar berat atau pengulangan pelanggaran.

Tujuan Aturan Ini

Penerapan aturan ini bertujuan untuk:

Memberikan penghargaan yang adil kepada para pencipta lagu dan musisi,
Mendorong ekosistem musik yang sehat dan berkelanjutan di Indonesia,
Meningkatkan kesadaran publik tentang pentingnya menghargai hak kekayaan intelektual.

Cara Mengurus Izin
Pelaku usaha bisa mendaftarkan tempat usahanya dan membayar royalti secara resmi melalui situs LMKN atau datang langsung ke kantor cabang Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) yang bekerja sama dengan LMKN. Bukti pembayaran royalti akan diberikan dalam bentuk Sertifikat Lisensi yang wajib dipajang di area publik tempat usaha tersebut.

Kesimpulan :

Jika Anda pemilik kafe atau restoran, pastikan tahun ini Anda tidak lagi memutar lagu Indonesia secara bebas tanpa izin. Bayar royalti sesuai aturan, demi menghormati karya para musisi Tanah Air.

Komentar