Postingan Utama

Modus Visa Semakin Marak Terjadi Dimana Mana "Solusi Sangat Efektif Menghindari, Penipuan Visa Agar Tidak Tertipu"

Penipuan visa semakin marak seiring meningkatnya minat masyarakat untuk bekerja, belajar, atau bepergian ke luar negeri. Modus penipuan pun semakin beragam, mulai dari agen palsu, dokumen fiktif, hingga janji kelulusan visa tanpa proses resmi. Oleh karena itu, penting bagi calon pemohon visa untuk memahami cara menghindari penipuan agar tidak mengalami kerugian finansial maupun hukum. Modus Penipuan Visa yang Sering Terjadi Beberapa modus penipuan visa yang umum ditemui antara lain meliputi : Janji visa dijamin 100% disetujui tanpa wawancara atau persyaratan lengkap, Agen tidak resmi yang mengaku memiliki “orang dalam” di kedutaan, Biaya murah atau terlalu mahal yang tidak masuk akal dan tidak transparan, Dokumen palsu, seperti surat sponsor atau undangan kerja fiktif, Permintaan transfer uang pribadi tanpa bukti atau kontrak resmi. Solusi dan Cara Menghindari Penipuan Visa Gunakan Jalur Resmi Ajukan visa langsung melalui kedutaan, konsulat, atau situs resmi imigrasi negara tujuan. Jik...

Mengenal Kembali Sejarah Dan Fakta " Siapa yang Menjahit Bendera Pusaka Sang Saka Merah Putih? "

 


Bendera Pusaka Sang Saka Merah Putih dijahit oleh Fatmawati Soekarno, istri dari Presiden pertama Indonesia, Ir. Soekarno. Ia menjahit bendera tersebut dengan tangan sendiri menggunakan mesin jahit Singer di rumahnya di Pegangsaan Timur 56 Jakarta, beberapa hari sebelum Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945.

Fatmawati masih berusia 22 tahun saat menjahit bendera tersebut. Meskipun usianya muda, peran dan kontribusinya dalam sejarah kemerdekaan Indonesia sangat besar, karena bendera yang dijahitnya dikibarkan pertama kali saat proklamasi dibacakan oleh Soekarno.

Sejarah Pembuatan Bendera Pusaka

Waktu Pembuatan :

Sekitar tanggal 16 Agustus 1945

Tempat Pembuatan:

Rumah Soekarno, Pegangsaan Timur No. 56, Jakarta

Bahan :

Kain katun biasa berwarna merah dan putih yang dijahit secara sederhana.

Alat :

Mesin jahit tua merek Singer, yang masih bisa disaksikan di museum saat ini.

Menurut berbagai catatan sejarah, Fatmawati sebenarnya sedang mengandung saat menjahit bendera tersebut. Meski dalam kondisi kehamilan, semangat nasionalismenya tetap tinggi.

Fakta Fakta Menarik Tentang Bendera Pusaka

Bukan Bendera Pertama di Nusantara

Merah putih sudah digunakan sejak zaman kerajaan, seperti pada Kerajaan Majapahit yang juga memakai warna merah dan putih sebagai lambang kekuasaan.

Disebut "Bendera Pusaka"

Karena bendera ini merupakan simbol pertama kemerdekaan Indonesia yang asli dan memiliki nilai sejarah tinggi.

Dikibarkan Setiap 17 Agustus Hingga 1968

Bendera pusaka asli sempat dikibarkan setiap upacara peringatan kemerdekaan RI hingga tahun 1968. Setelah itu, bendera tersebut disimpan demi alasan pelestarian.

Disimpan di Monumen Nasional (Monas)

Kini, bendera pusaka disimpan secara khusus dan dirawat di Monas, Jakarta, untuk menjaga kelestariannya.

Menjadi Contoh Replika Nasional

Setiap tahun, bendera yang dikibarkan di Istana Merdeka pada 17 Agustus adalah replika dari bendera pusaka, bukan bendera aslinya.

Kesimpulan :

Fatmawati Soekarno bukan hanya dikenal sebagai Ibu Negara pertama, tetapi juga sebagai sosok penting dalam sejarah kemerdekaan Indonesia. Bendera pusaka yang dijahit olehnya menjadi simbol perjuangan, semangat kemerdekaan, dan cinta tanah air yang abadi. Meski sederhana secara fisik, bendera itu menyimpan makna luar biasa dalam perjalanan bangsa Indonesia.


Komentar