Postingan Utama

Modus Visa Semakin Marak Terjadi Dimana Mana "Solusi Sangat Efektif Menghindari, Penipuan Visa Agar Tidak Tertipu"

Penipuan visa semakin marak seiring meningkatnya minat masyarakat untuk bekerja, belajar, atau bepergian ke luar negeri. Modus penipuan pun semakin beragam, mulai dari agen palsu, dokumen fiktif, hingga janji kelulusan visa tanpa proses resmi. Oleh karena itu, penting bagi calon pemohon visa untuk memahami cara menghindari penipuan agar tidak mengalami kerugian finansial maupun hukum. Modus Penipuan Visa yang Sering Terjadi Beberapa modus penipuan visa yang umum ditemui antara lain meliputi : Janji visa dijamin 100% disetujui tanpa wawancara atau persyaratan lengkap, Agen tidak resmi yang mengaku memiliki “orang dalam” di kedutaan, Biaya murah atau terlalu mahal yang tidak masuk akal dan tidak transparan, Dokumen palsu, seperti surat sponsor atau undangan kerja fiktif, Permintaan transfer uang pribadi tanpa bukti atau kontrak resmi. Solusi dan Cara Menghindari Penipuan Visa Gunakan Jalur Resmi Ajukan visa langsung melalui kedutaan, konsulat, atau situs resmi imigrasi negara tujuan. Jik...

Seputar Berita " Bank Indonesia Akan Uji Coba Payment ID Untuk Memantau Transaksi Warga "

 


Bank Indonesia (BI) mengumumkan rencana uji coba sistem Payment ID, sebuah identitas pembayaran unik yang akan digunakan untuk memantau dan merekam seluruh transaksi keuangan masyarakat di berbagai platform. Program ini dijadwalkan mulai diuji coba pada kuartal IV 2025 di sejumlah kota besar (Jakarta, 11 Agustus 2025), Deputi Gubernur BI menjelaskan bahwa Payment ID bertujuan untuk meningkatkan transparansi transaksi, memperkuat pengawasan terhadap aktivitas keuangan, serta meminimalkan potensi tindak pidana seperti pencucian uang dan pendanaan terorisme, Dengan Payment ID, setiap transaksi akan memiliki jejak digital yang jelas. Sistem ini akan membantu BI, pemerintah, dan lembaga keuangan dalam memastikan keamanan dan keteraturan sistem pembayaran nasional,” ujar (Deputi Gubernur BI) dalam konferensi pers di Jakarta, Senin 11 Agustus 2025.

Menurut BI Payment ID akan diberikan kepada setiap individu maupun badan usaha, terintegrasi dengan data kependudukan dan perbankan. ID ini akan digunakan dalam berbagai jenis transaksi, mulai dari transfer bank, pembayaran ritel, hingga transaksi e-commerce, meski demikian untuk rencana ini menuai pro dan kontra di masyarakat, Sejumlah pihak menyambut baik karena dianggap dapat menekan kejahatan finansial, sementara lainnya mengkhawatirkan potensi pelanggaran privasi.

Pengamat ekonomi digital menilai bahwa keberhasilan sistem ini akan bergantung pada tata kelola data yang ketat, Pengawasan transaksi memang penting, tapi harus diimbangi dengan perlindungan data pribadi yang kuat. Jika tidak, kepercayaan publik bisa menurun,” ujarnya, uji coba Payment ID akan dilakukan di Jakarta, Surabaya, Bandung, dan Medan, melibatkan sejumlah bank besar serta penyedia layanan pembayaran digital. BI menargetkan penerapan penuh sistem ini pada tahun 2027 setelah evaluasi tahap uji coba.


Komentar