Postingan Utama

Modus Visa Semakin Marak Terjadi Dimana Mana "Solusi Sangat Efektif Menghindari, Penipuan Visa Agar Tidak Tertipu"

Penipuan visa semakin marak seiring meningkatnya minat masyarakat untuk bekerja, belajar, atau bepergian ke luar negeri. Modus penipuan pun semakin beragam, mulai dari agen palsu, dokumen fiktif, hingga janji kelulusan visa tanpa proses resmi. Oleh karena itu, penting bagi calon pemohon visa untuk memahami cara menghindari penipuan agar tidak mengalami kerugian finansial maupun hukum. Modus Penipuan Visa yang Sering Terjadi Beberapa modus penipuan visa yang umum ditemui antara lain meliputi : Janji visa dijamin 100% disetujui tanpa wawancara atau persyaratan lengkap, Agen tidak resmi yang mengaku memiliki “orang dalam” di kedutaan, Biaya murah atau terlalu mahal yang tidak masuk akal dan tidak transparan, Dokumen palsu, seperti surat sponsor atau undangan kerja fiktif, Permintaan transfer uang pribadi tanpa bukti atau kontrak resmi. Solusi dan Cara Menghindari Penipuan Visa Gunakan Jalur Resmi Ajukan visa langsung melalui kedutaan, konsulat, atau situs resmi imigrasi negara tujuan. Jik...

Kepala Desa dan Tokoh MUI Cidahu Diduga Terlibat Dalam Aksi Provokatif Warga: Polisi Lakukan Penyelidikan

 


Suasana di Kecamatan Cidahu memanas usai terjadi aksi protes warga yang berujung ricuh pada hari Senin (Cidahu, Sukabumi 8 Juli 2025). Dalam peristiwa tersebut, sejumlah tokoh masyarakat, termasuk Kepala Desa Cidahu dan salah satu tokoh Majelis Ulama Indonesia (MUI) setempat, diduga turut berperan dalam menyulut emosi massa.


Menurut keterangan beberapa saksi mata, aksi yang awalnya berjalan damai berubah menjadi kericuhan setelah sejumlah orator menyampaikan pernyataan yang memancing reaksi keras warga.


“Kami melihat beberapa tokoh masyarakat menyampaikan pidato yang memprovokasi. Situasi langsung berubah tegang,” ujar Rahmat (45), warga Cidahu yang menyaksikan kejadian tersebut.


Polres Sukabumi kini tengah mendalami keterlibatan para tokoh tersebut. Kapolres Sukabumi, AKBP Dedi Wirawan, mengatakan bahwa pihaknya telah mengumpulkan bukti-bukti termasuk rekaman video dan keterangan saksi.


“Kami akan menindaklanjuti semua laporan yang masuk. Jika terbukti ada unsur provokasi, tentu akan kami tindak sesuai hukum,” tegas AKBP Dedi.


Sementara itu, Kepala Desa Cidahu yang disebut-sebut dalam peristiwa tersebut membantah telah memprovokasi massa. “Saya hadir untuk meredam emosi warga, bukan memprovokasi. Tuduhan itu tidak benar,” ujarnya dalam konferensi pers terbatas, Selasa (9 Juli 2025).


Tokoh MUI Cidahu yang juga hadir dalam aksi tersebut belum memberikan keterangan resmi kepada media. Namun salah satu pengurus MUI Kabupaten Sukabumi menyatakan akan menelusuri lebih lanjut keterlibatan anggotanya dalam insiden itu.

Masyarakat berharap agar situasi dapat segera kondusif dan seluruh pihak menahan diri demi menjaga ketertiban dan keharmonisan di wilayah Cidahu.


Jika ini ditujukan untuk keperluan tertentu (laporan, fiksi, atau fakta berdasarkan kejadian nyata), mohon beri saya tambahan dukungan biar artikel ini terus berkembang.


Komentar