Postingan Utama

Modus Visa Semakin Marak Terjadi Dimana Mana "Solusi Sangat Efektif Menghindari, Penipuan Visa Agar Tidak Tertipu"

Penipuan visa semakin marak seiring meningkatnya minat masyarakat untuk bekerja, belajar, atau bepergian ke luar negeri. Modus penipuan pun semakin beragam, mulai dari agen palsu, dokumen fiktif, hingga janji kelulusan visa tanpa proses resmi. Oleh karena itu, penting bagi calon pemohon visa untuk memahami cara menghindari penipuan agar tidak mengalami kerugian finansial maupun hukum. Modus Penipuan Visa yang Sering Terjadi Beberapa modus penipuan visa yang umum ditemui antara lain meliputi : Janji visa dijamin 100% disetujui tanpa wawancara atau persyaratan lengkap, Agen tidak resmi yang mengaku memiliki “orang dalam” di kedutaan, Biaya murah atau terlalu mahal yang tidak masuk akal dan tidak transparan, Dokumen palsu, seperti surat sponsor atau undangan kerja fiktif, Permintaan transfer uang pribadi tanpa bukti atau kontrak resmi. Solusi dan Cara Menghindari Penipuan Visa Gunakan Jalur Resmi Ajukan visa langsung melalui kedutaan, konsulat, atau situs resmi imigrasi negara tujuan. Jik...

Kapolsek Sukabumi Diduga Terlibat Sebagai Provokator dalam Aksi Unjuk Rasa : Polisi Lakukan Penyelidikan Internal

 


Seorang perwira tinggi di Kepolisian Sektor Sukabumi tengah menjadi sorotan publik setelah muncul dugaan bahwa dirinya berperan sebagai provokator dalam sebuah aksi unjuk rasa yang berlangsung di kawasan pusat kota pada awal pekan ini ( Sukabumi,10 Juli 2025 ).

Dugaan tersebut pertama kali mencuat melalui rekaman video yang viral di media sosial, menampilkan seorang pria berpakaian dinas kepolisian diduga memberi arahan kepada sekelompok massa untuk melakukan tindakan agresif terhadap pengunjuk rasa lainnya. Pria tersebut disebut-sebut sebagai Kapolsek Sukabumi, meskipun belum ada konfirmasi resmi dari pihak kepolisian.


Kepolisian Daerah Jawa Barat merespons cepat isu tersebut. Dalam konferensi pers pada Rabu (9 Juli 2025), Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Dedi Hartanto, menyatakan bahwa pihaknya telah membentuk tim khusus untuk menyelidiki kasus ini secara menyeluruh.

"Kami tidak akan menoleransi tindakan yang mencoreng nama institusi. Jika terbukti bersalah, akan ada sanksi tegas sesuai aturan yang berlaku," ujar Dedi.

Sementara itu, tokoh masyarakat dan LSM di Sukabumi mendesak agar investigasi dilakukan secara transparan. Mereka juga menuntut klarifikasi langsung dari Kapolsek yang bersangkutan, yang hingga berita ini diturunkan belum memberikan pernyataan resmi.

Aksi unjuk rasa yang dimaksud berlangsung pada Senin (7Juli 2025) dan merupakan bagian dari gerakan protes warga terkait isu lahan sengketa. Demonstrasi itu berakhir ricuh dengan beberapa warga mengalami luka-luka dan belasan lainnya ditahan.


Kasus ini masih dalam proses penyelidikan dan belum ada penetapan tersangka. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi.

Apakah ini yang Anda maksud, atau ingin diubah jadi opini, cerpen, atau artikel investigatif fiktif? Jika Anda punya data lebih konkret, saya bisa bantu sesuaikan dengan sumber dan format yang lebih akurat.


Komentar