Postingan Utama

Modus Visa Semakin Marak Terjadi Dimana Mana "Solusi Sangat Efektif Menghindari, Penipuan Visa Agar Tidak Tertipu"

Penipuan visa semakin marak seiring meningkatnya minat masyarakat untuk bekerja, belajar, atau bepergian ke luar negeri. Modus penipuan pun semakin beragam, mulai dari agen palsu, dokumen fiktif, hingga janji kelulusan visa tanpa proses resmi. Oleh karena itu, penting bagi calon pemohon visa untuk memahami cara menghindari penipuan agar tidak mengalami kerugian finansial maupun hukum. Modus Penipuan Visa yang Sering Terjadi Beberapa modus penipuan visa yang umum ditemui antara lain meliputi : Janji visa dijamin 100% disetujui tanpa wawancara atau persyaratan lengkap, Agen tidak resmi yang mengaku memiliki “orang dalam” di kedutaan, Biaya murah atau terlalu mahal yang tidak masuk akal dan tidak transparan, Dokumen palsu, seperti surat sponsor atau undangan kerja fiktif, Permintaan transfer uang pribadi tanpa bukti atau kontrak resmi. Solusi dan Cara Menghindari Penipuan Visa Gunakan Jalur Resmi Ajukan visa langsung melalui kedutaan, konsulat, atau situs resmi imigrasi negara tujuan. Jik...

Viral Pegawai Puskesmas Wonosari Latihan Karaoke Saat Jam Pelayanan, Kadinkes Minta Maaf

 


Sebuah video yang memperlihatkan sejumlah pegawai Puskesmas Wonosari, Kabupaten Gunungkidul, tengah berkaraoke di ruang pelayanan saat jam kerja, viral di media sosial. Aksi tersebut menuai sorotan dan kritik dari masyarakat karena dianggap tidak mencerminkan etika pelayanan publik (Gunungkidul, 26 Juli 2025). video berdurasi kurang dari satu menit itu memperlihatkan sejumlah pegawai sedang asyik menyanyi dan berjoget, sementara sejumlah pasien tampak sedang menunggu pelayanan. Warganet menilai hal itu tidak pantas dilakukan, terutama pada saat masyarakat membutuhkan layanan kesehatan secara maksimal.

Menanggapi viralnya video tersebut, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Gunungkidul, drg. Dewi Irawati, segera memberikan klarifikasi. Ia menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas kejadian tersebut. "Kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan oleh kegiatan tersebut. Kami sangat menyesalkan insiden itu terjadi di jam pelayanan," ujar drg. Dewi dalam keterangan pers, Jumat (25 Juli 2025). ia menjelaskan bahwa kegiatan karaoke tersebut merupakan bagian dari persiapan peringatan Hari Kesehatan Nasional yang akan datang. Namun, Dewi menegaskan bahwa seharusnya latihan tidak dilakukan di waktu pelayanan dan di ruang publik. "Seharusnya kegiatan semacam ini dilakukan di luar jam kerja dan tidak mengganggu pelayanan kepada masyarakat," lanjutnya.

Sebagai tindak lanjut, pihak Dinas Kesehatan telah memberikan teguran dan pembinaan kepada pihak terkait agar kejadian serupa tidak terulang kembali. Dinas Kesehatan juga memastikan pelayanan di seluruh Puskesmas tetap berjalan sesuai dengan standar operasional. "Kami akan meningkatkan pengawasan dan disiplin di seluruh fasilitas kesehatan di bawah naungan kami," tegasnya. kejadian ini menjadi pengingat pentingnya profesionalisme dan integritas dalam memberikan layanan publik, terutama di sektor kesehatan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Komentar