Postingan Utama

Modus Visa Semakin Marak Terjadi Dimana Mana "Solusi Sangat Efektif Menghindari, Penipuan Visa Agar Tidak Tertipu"

Penipuan visa semakin marak seiring meningkatnya minat masyarakat untuk bekerja, belajar, atau bepergian ke luar negeri. Modus penipuan pun semakin beragam, mulai dari agen palsu, dokumen fiktif, hingga janji kelulusan visa tanpa proses resmi. Oleh karena itu, penting bagi calon pemohon visa untuk memahami cara menghindari penipuan agar tidak mengalami kerugian finansial maupun hukum. Modus Penipuan Visa yang Sering Terjadi Beberapa modus penipuan visa yang umum ditemui antara lain meliputi : Janji visa dijamin 100% disetujui tanpa wawancara atau persyaratan lengkap, Agen tidak resmi yang mengaku memiliki “orang dalam” di kedutaan, Biaya murah atau terlalu mahal yang tidak masuk akal dan tidak transparan, Dokumen palsu, seperti surat sponsor atau undangan kerja fiktif, Permintaan transfer uang pribadi tanpa bukti atau kontrak resmi. Solusi dan Cara Menghindari Penipuan Visa Gunakan Jalur Resmi Ajukan visa langsung melalui kedutaan, konsulat, atau situs resmi imigrasi negara tujuan. Jik...

Sekolah Rakyat Mulai Diuji Coba, Akan Diresmikan Presiden Bulan Depan

 


Pemerintah tengah menguji coba program pendidikan alternatif bertajuk Sekolah Rakyat, sebuah inisiatif baru yang bertujuan memberikan akses pendidikan gratis dan inklusif bagi masyarakat kurang mampu di berbagai daerah. Program ini rencananya akan diresmikan langsung oleh Presiden Pak Prabowo pada bulan depan dalam sebuah seremoni nasional ( Jakarta, 14 Juli 2025 )

Uji coba pertama Sekolah Rakyat telah dimulai di lima wilayah percontohan, yaitu di Jakarta Timur, Kabupaten Garut, Kota Kupang, Kabupaten Bone, dan Kabupaten Jayapura. Sekolah ini didesain dengan pendekatan pendidikan yang fleksibel, mengutamakan nilai-nilai gotong royong, keterampilan praktis, dan penguatan karakter.

Ini bukan sekadar sekolah biasa. Sekolah Rakyat hadir untuk menjangkau mereka yang selama ini tidak terlayani sistem pendidikan formal, seperti anak-anak putus sekolah, pekerja muda, hingga warga desa terpencil,” ujar Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim, dalam konferensi pers hari ini.


Dalam tahap uji coba, masing-masing sekolah telah menerima 100 siswa dari berbagai latar belakang, dibimbing oleh para pengajar relawan yang telah dilatih khusus. Kurikulum yang digunakan menggabungkan pelajaran dasar seperti membaca, menulis, dan berhitung, serta keterampilan vokasional seperti pertanian, kerajinan tangan, dan teknologi dasar.

Presiden Pak Prabowo dijadwalkan meresmikan program Sekolah Rakyat secara nasional dalam acara yang akan digelar di Lapangan Banteng, Jakarta, pada pertengahan Agustus mendatang. Peresmian ini juga akan menandai perluasan program ke 100 lokasi baru di seluruh Indonesia.

Pendidikan adalah hak semua warga negara. Dengan Sekolah Rakyat, kami ingin memastikan tidak ada lagi anak bangsa yang tertinggal,” kata Presiden dalam pernyataan tertulisnya.

Program ini mendapat sambutan positif dari masyarakat. Banyak orang tua siswa merasa terbantu, terutama di daerah yang akses ke sekolah formal masih terbatas. Meski begitu, sejumlah pengamat pendidikan menilai perlu pengawasan ketat agar kualitas pengajaran tetap terjaga.

Pemerintah berjanji akan terus mengevaluasi program ini secara berkala dan melibatkan masyarakat dalam pengembangannya. Jika berhasil, Sekolah Rakyat diharapkan menjadi solusi permanen untuk meningkatkan angka partisipasi pendidikan nasional.


Komentar