Postingan Utama

Modus Visa Semakin Marak Terjadi Dimana Mana "Solusi Sangat Efektif Menghindari, Penipuan Visa Agar Tidak Tertipu"

Penipuan visa semakin marak seiring meningkatnya minat masyarakat untuk bekerja, belajar, atau bepergian ke luar negeri. Modus penipuan pun semakin beragam, mulai dari agen palsu, dokumen fiktif, hingga janji kelulusan visa tanpa proses resmi. Oleh karena itu, penting bagi calon pemohon visa untuk memahami cara menghindari penipuan agar tidak mengalami kerugian finansial maupun hukum. Modus Penipuan Visa yang Sering Terjadi Beberapa modus penipuan visa yang umum ditemui antara lain meliputi : Janji visa dijamin 100% disetujui tanpa wawancara atau persyaratan lengkap, Agen tidak resmi yang mengaku memiliki “orang dalam” di kedutaan, Biaya murah atau terlalu mahal yang tidak masuk akal dan tidak transparan, Dokumen palsu, seperti surat sponsor atau undangan kerja fiktif, Permintaan transfer uang pribadi tanpa bukti atau kontrak resmi. Solusi dan Cara Menghindari Penipuan Visa Gunakan Jalur Resmi Ajukan visa langsung melalui kedutaan, konsulat, atau situs resmi imigrasi negara tujuan. Jik...

Himbauan Dan Aturan Baru Bagi Para Pendaki Gunung Rinjani Berdasarkan Penegasan dari APGI dan Instansi terkait

 


Latar Belakang & Pembukaan Jalur

Gunung Rinjani, dengan ketinggian 3.726 mdpl, kembali dibuka untuk pendakian pada 3 April 2025 setelah sempat tutup sejak 10 Februari 2025 karena pemulihan ekosistem dan cuaca ekstrem dari BMKG, balai TNGR menetapkan pembukaan penuh enam jalur (Senaru, Sembalun, Torean, Aik Berik, Tetebatu, Timbanuh) dengan kuota total maksimal 700 pendaki per hari 

Aturan Baru Mendaki Rinjani (APGI & TNGR)

Kelompok minimal dua orang
Pendakian wajib dilakukan berkelompok (minimal 2 orang), dan pendaki <17 th harus didampingi orang dewasa 

Fasilitas guide & porter diatur
– Guide: 1 per 6 pendaki
– Porter: 1 per 3 pendaki, beban maksimal 25 kg
– Wajib miliki izin resmi dari Kepala TNGR 

Registrasi e-Rinjani & tiket online
– Harus lewat aplikasi e‑Rinjani (gunakan NIK/Paspor, email aktif) 
– Satu akun = satu tiket per tanggal/jalur, tidak boleh dipinjamkan 
– Tarif: Rp 5 000 (WNI), Rp 150 000 (asing), naik 150 % musim liburan 

Kuota per jalur pendakian
– Senaru & Sembalun: masing-masing 150 orang/hari
– Torean, Aik Berik, Tetebatu, Timbanuh : masing-masing 100 orang/hari 

Check‑in & check‑out resmi
– Check‑in: 07.00–15.00 WITA; tunjukkan e‑ticket, ID, surat sehat (maksimal H‑3) 
– Check‑out: 07.00–21.00 WITA.

Larangan barang bawa sampah
– Dilarang membawa styrofoam, plastik sekali pakai, kaca, kaleng 
– Program “Go Rinjani Zero Waste” mendukung penggunaan wadah isi ulang & reuseable 

Upaya Pencegahan & Keselamatan

Cek kesehatan dan bermalam di Sembalun : Wajib bermalam satu malam sebelum summit untuk memastikan kondisi jasmani prima, sesuai SK Bupati Lombok Timur, SAR dan protokol keselamatan: Usai tragedi pendaki Brasil baru‑baru ini, Wanadri dan APGI mendesak peningkatan skill & peralatan tim SAR, penerapan SOP yang ketat demi keamanan pendaki 


Kesimpulan & Himbauan

Dengan regulasi ini, APGI bersama Balai TNGR dan Pemkab Lombok Timur mengedepankan :
Keselamatan pendaki & SOP ketat
Kelestarian ekosistem Rinjani lewat pembatasan kuota & zero waste
Kedisiplinan melalui sistem online dan manajemen grup
Peningkatan kesiapsiagaan SAR

Bagi Sobat Pendaki : Pastikan sudah registrasi e-Rinjani, bawa surat sehat, ikut protokol check-in, gunakan guide/porter bersertifikat, patuhi kuota & check-out, dan dukung nol sampah

Selamat dan selamat mendaki dengan aman!

Komentar