Postingan Utama

Modus Visa Semakin Marak Terjadi Dimana Mana "Solusi Sangat Efektif Menghindari, Penipuan Visa Agar Tidak Tertipu"

Penipuan visa semakin marak seiring meningkatnya minat masyarakat untuk bekerja, belajar, atau bepergian ke luar negeri. Modus penipuan pun semakin beragam, mulai dari agen palsu, dokumen fiktif, hingga janji kelulusan visa tanpa proses resmi. Oleh karena itu, penting bagi calon pemohon visa untuk memahami cara menghindari penipuan agar tidak mengalami kerugian finansial maupun hukum. Modus Penipuan Visa yang Sering Terjadi Beberapa modus penipuan visa yang umum ditemui antara lain meliputi : Janji visa dijamin 100% disetujui tanpa wawancara atau persyaratan lengkap, Agen tidak resmi yang mengaku memiliki “orang dalam” di kedutaan, Biaya murah atau terlalu mahal yang tidak masuk akal dan tidak transparan, Dokumen palsu, seperti surat sponsor atau undangan kerja fiktif, Permintaan transfer uang pribadi tanpa bukti atau kontrak resmi. Solusi dan Cara Menghindari Penipuan Visa Gunakan Jalur Resmi Ajukan visa langsung melalui kedutaan, konsulat, atau situs resmi imigrasi negara tujuan. Jik...

Pacu Jalur Menjadi Sorotan Dunia dalam Festival Perahu Dayung di Indonesia

 


Festival Pacu Jalur yang digelar di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing-Riau), Juli 2025 kembali mencuri perhatian dunia. Ajang tahunan yang telah menjadi ikon budaya masyarakat Riau ini tidak hanya menghadirkan kompetisi perahu dayung tradisional, tetapi juga menyuguhkan kekayaan budaya lokal yang memikat wisatawan mancanegara.

Tahun ini, Festival Pacu Jalur diikuti oleh lebih dari 200 jalur (perahu tradisional khas Kuansing), yang masing-masing mewakili desa-desa di sepanjang Sungai Kuantan. Setiap jalur dihiasi ornamen warna-warni dan diiringi musik tradisional, menjadikan lomba ini tidak sekadar pertandingan, tetapi juga pertunjukan seni dan kekompakan komunitas.


Menariknya, festival tahun ini menjadi sorotan dunia setelah beberapa tim dari negara-negara ASEAN, Jepang, Belanda, hingga Amerika Serikat turut hadir sebagai tamu kehormatan dan peserta eksibisi. Kehadiran mereka menandai pengakuan internasional terhadap Pacu Jalur sebagai warisan budaya yang layak ditonton dan dipelajari.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Sandiaga Uno, dalam sambutannya menyebut bahwa Pacu Jalur memiliki potensi besar sebagai daya tarik wisata kelas dunia.


"Pacu Jalur bukan hanya olahraga tradisional, tapi juga ekspresi budaya yang unik. Ini adalah momentum kita untuk memperkenalkan kekayaan lokal kepada dunia internasional," ujarnya.

Organisasi Pariwisata Dunia (UNWTO) juga memberikan apresiasi terhadap keberhasilan penyelenggaraan festival ini. Dalam laporan resminya, UNWTO menyebut Pacu Jalur sebagai salah satu contoh terbaik pelestarian budaya berbasis komunitas yang mampu mendongkrak ekonomi lokal.

Festival ini juga memberikan dampak positif terhadap sektor UMKM. Selama acara berlangsung, ribuan pengunjung memenuhi stan makanan khas Riau, kerajinan tangan, hingga batik Kuansing. Hotel dan penginapan di wilayah sekitar pun mengalami peningkatan okupansi hingga 90%.

Dengan sorotan internasional yang semakin besar, pemerintah daerah Kuantan Singingi tengah mengusulkan agar Pacu Jalur masuk ke dalam daftar Warisan Budaya Takbenda UNESCO.


Tentang Pacu Jalur

Pacu Jalur adalah perlombaan perahu dayung tradisional yang telah ada sejak abad ke-17. Perahu yang digunakan memiliki panjang sekitar 25–40 meter dan dapat memuat hingga 60 pendayung. Awalnya, lomba ini merupakan bagian dari perayaan adat dan keagamaan masyarakat Melayu di Riau.


Komentar