Postingan Utama

Modus Visa Semakin Marak Terjadi Dimana Mana "Solusi Sangat Efektif Menghindari, Penipuan Visa Agar Tidak Tertipu"

Penipuan visa semakin marak seiring meningkatnya minat masyarakat untuk bekerja, belajar, atau bepergian ke luar negeri. Modus penipuan pun semakin beragam, mulai dari agen palsu, dokumen fiktif, hingga janji kelulusan visa tanpa proses resmi. Oleh karena itu, penting bagi calon pemohon visa untuk memahami cara menghindari penipuan agar tidak mengalami kerugian finansial maupun hukum. Modus Penipuan Visa yang Sering Terjadi Beberapa modus penipuan visa yang umum ditemui antara lain meliputi : Janji visa dijamin 100% disetujui tanpa wawancara atau persyaratan lengkap, Agen tidak resmi yang mengaku memiliki “orang dalam” di kedutaan, Biaya murah atau terlalu mahal yang tidak masuk akal dan tidak transparan, Dokumen palsu, seperti surat sponsor atau undangan kerja fiktif, Permintaan transfer uang pribadi tanpa bukti atau kontrak resmi. Solusi dan Cara Menghindari Penipuan Visa Gunakan Jalur Resmi Ajukan visa langsung melalui kedutaan, konsulat, atau situs resmi imigrasi negara tujuan. Jik...

Kenali Dulu, 12 Cara Pasangan yang Memiliki Sifat Narsistik Menurut Psikolog

 


Dalam sebuah hubungan, cinta dan perhatian adalah hal yang sangat penting. Namun, tidak semua pasangan menunjukkan kasih sayangnya dengan cara yang sehat. Salah satunya adalah ketika pasangan memiliki sifat narsistik, yang bisa merusak hubungan secara perlahan. menurut para psikolog, seseorang dengan sifat narsistik cenderung memanipulasi, mementingkan diri sendiri, dan tidak menunjukkan empati. Jika kamu merasa ada yang tidak sehat dalam hubunganmu, mungkin ini saatnya mengenali tanda-tandanya.


Berikut 12 cara umum yang dilakukan oleh pasangan yang memiliki sifat narsistik menurut psikolog :

1. Selalu Ingin Jadi Pusat Perhatian

Pasangan narsistik cenderung ingin selalu jadi yang utama. Mereka mudah tersinggung jika tidak diperhatikan, bahkan dalam situasi yang tidak berhubungan dengan mereka.


2. Minim Empati

Salah satu ciri utama dari narsistik adalah kurangnya empati. Mereka sulit memahami atau peduli dengan perasaan dan kebutuhan orang lain, termasuk pasangannya.


3. Suka Mengontrol

Pasangan narsistik seringkali ingin mengendalikan segalanya, mulai dari cara berpakaianmu hingga siapa saja yang boleh kamu temui. Ini adalah bentuk manipulasi.


4. Meremehkanmu Secara Halus

Komentar-komentar kecil seperti “kamu nggak sepintar itu kok” atau “aku cuma bercanda” bisa jadi bagian dari strategi untuk membuatmu merasa rendah dan tergantung pada mereka.


5. Bermain sebagai Korban

Ketika kamu mengungkapkan keluhan, mereka bisa membalikkan keadaan seolah-olah kamulah yang menyakiti mereka. Ini dinamakan gaslighting, salah satu teknik manipulasi emosional.


6. Suka Membandingkan

Pasangan narsistik sering membandingkanmu dengan mantan atau orang lain sebagai cara untuk merendahkanmu dan membuatmu merasa tidak cukup baik.


7. Cemburu dan Posesif

Cemburu yang berlebihan dan sikap posesif bisa menjadi tanda narsistik. Bukan karena cinta, tapi karena mereka ingin memiliki kendali atas dirimu.


8. Mengambil Keputusan Sepihak

Dalam hubungan sehat, keputusan diambil bersama. Tapi pada pasangan narsistik, mereka sering membuat keputusan penting tanpa mempertimbangkan pendapatmu.


9. Sulit Mengakui Kesalahan

Pasangan narsistik hampir tidak pernah mau mengakui kesalahan. Mereka akan mencari-cari alasan atau menyalahkan orang lain, termasuk kamu.


10. Membuatmu Meragukan Diri Sendiri

Secara perlahan, kamu dibuat merasa bahwa kamu selalu salah, kurang, atau bahkan “gila”. Ini adalah bentuk manipulasi psikologis yang berbahaya.


11. Memanipulasi Lewat Pujian dan Hadiah

Setelah menyakitimu, mereka bisa tiba-tiba jadi sangat manis, memberi hadiah atau pujian. Ini disebut love bombing, agar kamu tetap bertahan dalam hubungan.


12. Sangat Sulit Diakhiri

Ketika kamu mulai menjauh atau mencoba mengakhiri hubungan, pasangan narsistik bisa menjadi sangat meyakinkan atau dramatis agar kamu kembali. Mereka tidak ingin kehilangan kendali.


Apa yang Bisa Dilakukan?

Jika kamu merasa pasanganmu menunjukkan tanda-tanda di atas, penting untuk :

Percaya pada intuisi dan perasaanmu

Bicara dengan orang yang kamu percaya

Konsultasi ke psikolog atau konselor

Jangan takut untuk menjauh demi kesehatan mentalmu

Ingat, cinta yang sehat tidak membuatmu merasa tertekan, dikendalikan, atau direndahkan. Kamu berhak mendapatkan hubungan yang saling menghargai dan mendukung.


Komentar