Kepercayaan adalah fondasi penting dalam hubungan orang tua dan anak. Anak yang merasa dipercaya cenderung tumbuh menjadi pribadi yang bertanggung jawab, jujur, dan mampu menepati janji. Sebaliknya, anak yang tidak dipercaya justru bisa kehilangan motivasi untuk bersikap konsisten dan bertanggung jawab. Berikut beberapa tips yang bisa diterapkan orang tua untuk membangun kepercayaan pada anak agar mereka belajar menepati janji seperti :
Beri Contoh yang Konsisten
anak belajar paling banyak dari apa yang mereka lihat, bukan dari apa yang mereka dengar. Jika orang tua sering mengingkari janji, misalnya berjanji mengajak bermain tapi lupa. Anak akan meniru pola tersebut. Oleh karena itu, usahakan selalu menepati janji kepada anak agar mereka memahami arti komitmen.
Mulai dari Janji Kecil dan Realistis
ajarkan anak menepati janji dari hal-hal sederhana, seperti merapikan mainan setelah bermain atau mengerjakan PR sebelum menonton televisi. Janji kecil yang bisa mereka capai akan membangun rasa percaya diri dan rasa tanggung jawab secara bertahap.
Libatkan Anak Saat Membuat Janji
ajak anak berdiskusi saat membuat kesepakatan. Misalnya, “Kamu sanggup membereskan kamar setiap pagi?” Dengan melibatkan anak, mereka merasa dihargai dan lebih berkomitmen untuk menepati janji yang dibuat bersama.
Beri Apresiasi Saat Anak Menepati Janji
apresiasi tidak selalu harus berupa hadiah. Pujian tulus seperti, “Ayah/Ibu bangga kamu menepati janji,” sangat berarti bagi anak dan memperkuat perilaku positif.
Hindari Ancaman dan Hukuman Berlebihan
jika anak gagal menepati janji, hindari langsung memarahi atau memberi hukuman berat. Ajak anak bicara, cari tahu penyebabnya, lalu bantu mereka mencari solusi agar ke depan bisa lebih baik. Pendekatan ini membangun kepercayaan, bukan ketakutan.
Bangun Komunikasi Terbuka
ciptakan suasana di mana anak merasa aman untuk jujur, termasuk saat mereka tidak bisa menepati janji. Dengan komunikasi yang terbuka, anak belajar bahwa kejujuran lebih penting daripada sekadar terlihat patuh.
Percayai Anak Secara Bertahap
tunjukkan bahwa Anda mempercayai anak, misalnya dengan memberi tanggung jawab sesuai usia. Kepercayaan yang diberikan akan memotivasi anak untuk menjaga kepercayaan tersebut dengan menepati janji.
Ajarkan Konsekuensi Secara Logis
jika janji tidak ditepati, beri konsekuensi yang masuk akal dan berkaitan langsung. Misalnya, jika anak berjanji merawat tanaman tapi lupa menyiram, maka tanamannya bisa layu, ini menjadi pelajaran alami tanpa harus dimarahi.
Kesimpulan
Membangun anak agar bisa menepati janji bukan proses instan, melainkan perjalanan panjang yang membutuhkan kesabaran, keteladanan, dan komunikasi. Dengan memberikan kepercayaan, contoh yang baik, dan dukungan yang tepat, anak akan tumbuh menjadi pribadi yang bertanggung jawab dan dapat dipercaya dalam kehidupan sosialnya.
Komentar
Posting Komentar