Postingan Utama

Modus Visa Semakin Marak Terjadi Dimana Mana "Solusi Sangat Efektif Menghindari, Penipuan Visa Agar Tidak Tertipu"

Penipuan visa semakin marak seiring meningkatnya minat masyarakat untuk bekerja, belajar, atau bepergian ke luar negeri. Modus penipuan pun semakin beragam, mulai dari agen palsu, dokumen fiktif, hingga janji kelulusan visa tanpa proses resmi. Oleh karena itu, penting bagi calon pemohon visa untuk memahami cara menghindari penipuan agar tidak mengalami kerugian finansial maupun hukum. Modus Penipuan Visa yang Sering Terjadi Beberapa modus penipuan visa yang umum ditemui antara lain meliputi : Janji visa dijamin 100% disetujui tanpa wawancara atau persyaratan lengkap, Agen tidak resmi yang mengaku memiliki “orang dalam” di kedutaan, Biaya murah atau terlalu mahal yang tidak masuk akal dan tidak transparan, Dokumen palsu, seperti surat sponsor atau undangan kerja fiktif, Permintaan transfer uang pribadi tanpa bukti atau kontrak resmi. Solusi dan Cara Menghindari Penipuan Visa Gunakan Jalur Resmi Ajukan visa langsung melalui kedutaan, konsulat, atau situs resmi imigrasi negara tujuan. Jik...

Turis Asal Brasil Terjatuh di Gunung Rinjani, Proses Evakuasi Berlangsung Dramatis

 


Seorang wisatawan asal Brasil dilaporkan terjatuh saat mendaki Gunung Rinjani, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Minggu (7 Juli 2025) sore. Turis laki-laki berusia 32 tahun tersebut diketahui tergelincir di jalur menurun antara Pelawangan Senaru dan Danau Segara Anak, sekitar pukul 16.30 WITA.

Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR), Ir. Agus Budi Santoso, membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, korban mengalami cedera serius di bagian kaki dan punggung setelah terjatuh ke lereng curam sedalam sekitar 10 meter.


"Tim SAR gabungan yang terdiri dari petugas BTNG Rinjani, Basarnas, relawan porter, serta warga lokal langsung bergerak cepat menuju lokasi setelah menerima laporan dari rombongan pendaki lainnya," ungkap Agus Budi pada Senin pagi.

Proses evakuasi berlangsung dramatis dan memakan waktu lebih dari 8 jam karena medan yang terjal dan minim penerangan. Korban berhasil dievakuasi ke Pos Pelawangan sekitar pukul 01.00 dini hari, lalu dibawa turun ke Sembalun menggunakan tandu tradisional.


Saat ini, korban telah dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Selong untuk mendapat penanganan medis lebih lanjut. Pihak rumah sakit menyatakan kondisi korban stabil meskipun mengalami patah tulang di bagian kaki kanan.

Menurut informasi yang dihimpun, korban datang ke Indonesia bersama dua rekannya untuk melakukan pendakian Gunung Rinjani selama tiga hari dua malam. Mereka memulai pendakian dari jalur Senaru pada Jumat lalu (4 Juli 2025)


Pihak Konsulat Brasil di Jakarta telah dihubungi dan sedang berkoordinasi dengan pihak rumah sakit serta otoritas setempat untuk memastikan keselamatan dan pendampingan bagi korban.

Kejadian ini menambah daftar insiden yang terjadi di kawasan Gunung Rinjani, dan menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan serta pendampingan pemandu lokal bagi wisatawan asing yang ingin mendaki gunung-gunung di Indonesia.

Jika kamu ingin versi yang lebih panjang, pendek, atau ingin disesuaikan untuk media tertentu (seperti media online, cetak, atau media sosial), beri tahu saja.


Komentar